Langsung ke konten utama

di balik pekerjaan wanita

salah satu topik yang si bahas dalam Al- Qur'an adalah mengenai perempuan. bahkan Al-Quran memberi perhatian khusus terhadap perempuan. yang mana dapat di buktikan dengan adanya surat An- Nisa yang berarti perempuan. selain dalam surat tersebut, ada hal-hal yang berkaitan dengan perempuan selain dalam surat An-Nisa juga di terangkan dalam surat-surat lainnya. dan tidak ada satupun ayat  yang me claim bahwa perempuan adalah manusia kelas dua setelah laki-kaki dg di ciptakannya dari tulang rusuk laki-laki.
islam dengan semua ajarannya menempatkan perempuan sesuai dengan kodratnya. islam mengatur perempuan dengan memperhatikan kondisi alam, biologis juga konstruksi sosial budayaannya. yang mana ini sering menjadi perdebatan tentang persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. selain karna faktor pemahaman agama yang tak sama, juga karna kondisi sosial masyarakat yang berbeda membuat perdebatan tersebut semakin sengit dan tidak ada akhirnya.
di negara kita, khususnya di desa desa, posisi perempuan sebenarnya sudah cukup ideal. kenapa ? karna banyak sekarang perempuan yg bisa melakukan profesinya dengan baik. meskipun mereka belum mengetahui akan kesetaraan gender dan kajian feminisme. mereka mampu menempatkan dirinya dengan baik dalam keluarga. bahkan ada wanita yg bisa melakukan yg tidak pada umumnya. jika dia petani, maka perempuan harus membantu suaminya ke ladang meskipun hanya mengantarkan makanan dan melihat perkembangan sawahnya. tp kenyataannya banyak perempuan yg ikut serta bekerja di sawah sesuai dengan kemampuannya. dan mereka semuanya bekerja tanpa meninggalkan kodratnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

K.H. Idham Chalid

Menyebut nama Kiai Idham Chalid, ingatan kita tentu akan melayang pada gonjang-ganjing NU pada tahun 1982-1984, yang melahirkan sekaligus menghadapkan dua kubu tokoh-tokoh nahdliyyin: kubu Cipete dan kubu Situbondo. Konflik internal NU itu juga yang kemudian membuat Idham dianggap kontroversial. Bahkan ia dijuluki “politikus gabus”, karena dianggap  tidak memiliki pendirian. Tak banyak yang mau melihat sisi lain kebijakan-kebijakan Kiai Idham, yang sebenarnya sangat NU dan sangat Sunni. Sebagai politisi besar NU yang lihai, Idham memang memainkan dua lakon berbeda, sebagai politisi dan ulama. Sebagai politisi, ia melakukan gerakan strategis, dan bila perlu kompromistis. Sebagai ulama, ia bersikap fleksibel, tapi tetap tidak terlepas dari jalur Islam dan tradisi yang diembannya. Semua itu ia lakukan sebagai bagian dari upaya kerasnya menjaga stabilitas kalangan bawah nahdliyyin, yang menjadi tanggung jawabnya, agar selamat fisik dan spiritual melewati masa-masa gawat tran...

di sini ada LOGIKA !

bismillah wal alhamdulillah... sejak sering berada di lingkungan organisasi kini ku sering mendengarkan dan berbica ra dengan teman2 mulai dari yg bermanfaat sampai tidak bermanfaat hehe..... tapi menurut ku tetap saja bermanfaat karna yg bernilai adalah kebersamaannya. sempat malam ini aku berfikir tentang logika. apa itu logika ? apakah logika selalu di kedepankan ketika berfikir? apakah anda yakin dg berlogika akan mendapatkan suatu kebenaran? Na...yuk kita belajar dari hadist. masih ingat dengan hadist ini kawan, "as sholatu imaadu ddin faman aqomaha faqod aqoomaddin faman tarookaha faqod hadaamaddin" yang katanya sholat itu sebagai tiang agama. bagimana kita bisa berlogika dengan pernytaan ini ?? maka, dengan mencari asbaabun nuzul dan asbaabul furudnya. kita bisa tau, mari kita hubungkan dengan hadist yg menjelaskan bahwa islam di bangun dengan 5 fondasi. di ataranya ada syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji. maka ketika di hubungkan dengan sholat adalah tiang agama...

penjahat kecil

Judul : penjahat kecil Oleh. : M. Khoirul Anam Dentang alarm kali ini terasa amat memuakkan bagi roi, ia masih belum ingin beranjak dari tidurnya meski jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih seperempat, ini kali ke tiga alarm itu berbunyi dan kali ke tiga pula di diamkan oleh roi, setidaknya ia ingin menutup matanya sebentar lagi, sebelum ia kembali ke jalanan bernyanyi bersama gitarnya demi mendapat rupiah. Liana (adik ROI) sudah berangkat ke sekolah setengah jam lalu, jadi tak ada alasan lagi bagi roi untuk terbangun di jam - jam segini, termasuk untuk sekolah, sudah satu minggu ini roi tak kembali kesekolah, bahkan untuk lewat di depannya pun ia enggan, itu akan sangat mengingatkan ia akan semua kenangan indah bersama teman sekelasnya, terlebih mengingatkannya pada hardi, kakak yang selalu mengingatkannya akan penting nya sekolah, wajibnya pendidikan, dan juga betapa sulitnya kehidupan. saat itu hardi masih berusia 10 tahun bekerja membanting tulang tanpa lelah demi ...