Assalamualaikum rekan dan rekanita salam sejahtera alhamdulillah tadi malem hari selasa malam rabo tgl 22 bulan maret 2016 telah berkumpul para ulama ustaz dan kader kader mudah PAC maduran di desa jamang dalam rangkah acara rutinan Lailatul ijtima' yang diadakan oleh MWC NU Maduran disitulah kita belajar sesungguhya apa yang kita buat rutinan tiap hari tiap minggu, bulan dan taun itulah suatu yang benar sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW (pemantapan aswaja)
Dalam cramah nya ustaz Ali imron muhammad beliau memberi catatn PR buat generasi mudah IPNU IPPNU khususny harus diadakan pengkajian pengkajian rutinan contoh mengkaji mana dibakiyah tahlil dll agar ketika kita melakukannya tau apa yg kita lakukan buak sekedar ikut ikutan saja.
Demikian berita singkat ini mogo bisa bermangfaat buat kita amin amin amin ya robal alamin selamat Belajar Berjuang dan Bertakwa
Menyebut nama Kiai Idham Chalid, ingatan kita tentu akan melayang pada gonjang-ganjing NU pada tahun 1982-1984, yang melahirkan sekaligus menghadapkan dua kubu tokoh-tokoh nahdliyyin: kubu Cipete dan kubu Situbondo. Konflik internal NU itu juga yang kemudian membuat Idham dianggap kontroversial. Bahkan ia dijuluki “politikus gabus”, karena dianggap tidak memiliki pendirian. Tak banyak yang mau melihat sisi lain kebijakan-kebijakan Kiai Idham, yang sebenarnya sangat NU dan sangat Sunni. Sebagai politisi besar NU yang lihai, Idham memang memainkan dua lakon berbeda, sebagai politisi dan ulama. Sebagai politisi, ia melakukan gerakan strategis, dan bila perlu kompromistis. Sebagai ulama, ia bersikap fleksibel, tapi tetap tidak terlepas dari jalur Islam dan tradisi yang diembannya. Semua itu ia lakukan sebagai bagian dari upaya kerasnya menjaga stabilitas kalangan bawah nahdliyyin, yang menjadi tanggung jawabnya, agar selamat fisik dan spiritual melewati masa-masa gawat tran...
Komentar
Posting Komentar