Langsung ke konten utama

Omong kosong yang berisi

"Tulisan omong kosong"

Sejak dulu di ciptakan malam itu yah untuk merebahkan para tulang tulang manusia. Bahkan jika manusia yg sadar diri malam adalah waktu dimana dia harus bermeditasi dengan tuhannya (Allah) yang senantiasa memberikan apa- apa yang di butuhkan..
Sudah itu tentang malam. Haduhh masih ada lagi cerita tentang malam. Ku tau bintang? Kau tau rembulan? Dia pun hampir sesuatu yang diciptakan gusti pengeran untuk menghiburmu di malam hari bahkan jika mendung tak menghampiri merek bagai penari di panggung tinggi,  yahh cantik sekali,  kau senang sayang?? " nikmat mana lagi yang ingin kau dustakan duhai sayang??" Sudah ku katakan tolong jangan kau rusuhi bumi yang ku ciptakan, jangan kau campurkan tangan - tangan kotormu pada cipta'an. . Syukurlah kau wahai manusia.  Sudah banyak yang di ciptakan atas apa yang kau butuhkan.
~ tentang rizki~ kau punya dua pilihan untuk enjemputnya.. ahaaa? Dengan cara kau bertawakkal atau kau berusaha? Kau bisa hanya duduk cantik bahkan manis dirumah kau akan mendapatkan upah.  Hayyy tapi ada syaratnya kau harus "Alim" bukan hanya duduk manis dang berharap ada upah datang dengan sendirinya. . Yang kedua kau harus berusaha agar rizki mudah menghampiri "kau bekerja" iyah usaha yg tak ada habisny. Tapi ingatlah hai manusia.  Lebih indah dan sempurna kau memilih cara keduanya. Ketika kau bermeditasi dengan tuhanmu maka kau jangan segan untuk memikirkan kapan ajal menjemputmu!!! Namun ketika kau lagi bekerja maka ingatlah kau harus keras mendapatkan upahmu.
Cukuplah ini omong kosong yang berisi dariku.. dariku si pengangguran yang sibuk mencari rizki dan memahami atas apa yang ku bicarakan ini. Hahaha sudah marilah kita bersyukur atas apa yang di berikan Tuhan (Allahurobbukum)

Oleh : Indah Intan Sari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

K.H. Idham Chalid

Menyebut nama Kiai Idham Chalid, ingatan kita tentu akan melayang pada gonjang-ganjing NU pada tahun 1982-1984, yang melahirkan sekaligus menghadapkan dua kubu tokoh-tokoh nahdliyyin: kubu Cipete dan kubu Situbondo. Konflik internal NU itu juga yang kemudian membuat Idham dianggap kontroversial. Bahkan ia dijuluki “politikus gabus”, karena dianggap  tidak memiliki pendirian. Tak banyak yang mau melihat sisi lain kebijakan-kebijakan Kiai Idham, yang sebenarnya sangat NU dan sangat Sunni. Sebagai politisi besar NU yang lihai, Idham memang memainkan dua lakon berbeda, sebagai politisi dan ulama. Sebagai politisi, ia melakukan gerakan strategis, dan bila perlu kompromistis. Sebagai ulama, ia bersikap fleksibel, tapi tetap tidak terlepas dari jalur Islam dan tradisi yang diembannya. Semua itu ia lakukan sebagai bagian dari upaya kerasnya menjaga stabilitas kalangan bawah nahdliyyin, yang menjadi tanggung jawabnya, agar selamat fisik dan spiritual melewati masa-masa gawat tran...

di sini ada LOGIKA !

bismillah wal alhamdulillah... sejak sering berada di lingkungan organisasi kini ku sering mendengarkan dan berbica ra dengan teman2 mulai dari yg bermanfaat sampai tidak bermanfaat hehe..... tapi menurut ku tetap saja bermanfaat karna yg bernilai adalah kebersamaannya. sempat malam ini aku berfikir tentang logika. apa itu logika ? apakah logika selalu di kedepankan ketika berfikir? apakah anda yakin dg berlogika akan mendapatkan suatu kebenaran? Na...yuk kita belajar dari hadist. masih ingat dengan hadist ini kawan, "as sholatu imaadu ddin faman aqomaha faqod aqoomaddin faman tarookaha faqod hadaamaddin" yang katanya sholat itu sebagai tiang agama. bagimana kita bisa berlogika dengan pernytaan ini ?? maka, dengan mencari asbaabun nuzul dan asbaabul furudnya. kita bisa tau, mari kita hubungkan dengan hadist yg menjelaskan bahwa islam di bangun dengan 5 fondasi. di ataranya ada syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji. maka ketika di hubungkan dengan sholat adalah tiang agama...

penjahat kecil

Judul : penjahat kecil Oleh. : M. Khoirul Anam Dentang alarm kali ini terasa amat memuakkan bagi roi, ia masih belum ingin beranjak dari tidurnya meski jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih seperempat, ini kali ke tiga alarm itu berbunyi dan kali ke tiga pula di diamkan oleh roi, setidaknya ia ingin menutup matanya sebentar lagi, sebelum ia kembali ke jalanan bernyanyi bersama gitarnya demi mendapat rupiah. Liana (adik ROI) sudah berangkat ke sekolah setengah jam lalu, jadi tak ada alasan lagi bagi roi untuk terbangun di jam - jam segini, termasuk untuk sekolah, sudah satu minggu ini roi tak kembali kesekolah, bahkan untuk lewat di depannya pun ia enggan, itu akan sangat mengingatkan ia akan semua kenangan indah bersama teman sekelasnya, terlebih mengingatkannya pada hardi, kakak yang selalu mengingatkannya akan penting nya sekolah, wajibnya pendidikan, dan juga betapa sulitnya kehidupan. saat itu hardi masih berusia 10 tahun bekerja membanting tulang tanpa lelah demi ...