Langsung ke konten utama

Diam

Letih ini seakan hambur oleh samar pagi..
Berbaur menyatu dengan belahan bumi..
Tersusun banyak cerita, namun satu yang berarti..
       Mencintai dalam diam
       Mengagumi dalam diam
       Menyayangi dalam diam
       Segalanya telah terpendam dalam     diam...
Haruskah dipaparkan agar segalanya tak terbungkam??
Hiruknya hati menyingkirkan benci..
Jauhnya rasa mengalahkan trauma..
Apa mungkin yang tersimpan akan selalu samar??
Seperti embun kah??
Ataukah kabut yang mampu menyelimuti buminya??
Entahlah,, Aku ingin diam..
Sudahlah,, Aku ingin diam..

Oleh Indah Intan Sari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

di sini ada LOGIKA !

bismillah wal alhamdulillah... sejak sering berada di lingkungan organisasi kini ku sering mendengarkan dan berbica ra dengan teman2 mulai dari yg bermanfaat sampai tidak bermanfaat hehe..... tapi menurut ku tetap saja bermanfaat karna yg bernilai adalah kebersamaannya. sempat malam ini aku berfikir tentang logika. apa itu logika ? apakah logika selalu di kedepankan ketika berfikir? apakah anda yakin dg berlogika akan mendapatkan suatu kebenaran? Na...yuk kita belajar dari hadist. masih ingat dengan hadist ini kawan, "as sholatu imaadu ddin faman aqomaha faqod aqoomaddin faman tarookaha faqod hadaamaddin" yang katanya sholat itu sebagai tiang agama. bagimana kita bisa berlogika dengan pernytaan ini ?? maka, dengan mencari asbaabun nuzul dan asbaabul furudnya. kita bisa tau, mari kita hubungkan dengan hadist yg menjelaskan bahwa islam di bangun dengan 5 fondasi. di ataranya ada syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji. maka ketika di hubungkan dengan sholat adalah tiang agama...

K.H. Idham Chalid

Menyebut nama Kiai Idham Chalid, ingatan kita tentu akan melayang pada gonjang-ganjing NU pada tahun 1982-1984, yang melahirkan sekaligus menghadapkan dua kubu tokoh-tokoh nahdliyyin: kubu Cipete dan kubu Situbondo. Konflik internal NU itu juga yang kemudian membuat Idham dianggap kontroversial. Bahkan ia dijuluki “politikus gabus”, karena dianggap  tidak memiliki pendirian. Tak banyak yang mau melihat sisi lain kebijakan-kebijakan Kiai Idham, yang sebenarnya sangat NU dan sangat Sunni. Sebagai politisi besar NU yang lihai, Idham memang memainkan dua lakon berbeda, sebagai politisi dan ulama. Sebagai politisi, ia melakukan gerakan strategis, dan bila perlu kompromistis. Sebagai ulama, ia bersikap fleksibel, tapi tetap tidak terlepas dari jalur Islam dan tradisi yang diembannya. Semua itu ia lakukan sebagai bagian dari upaya kerasnya menjaga stabilitas kalangan bawah nahdliyyin, yang menjadi tanggung jawabnya, agar selamat fisik dan spiritual melewati masa-masa gawat tran...

Budayaku Identitasku

Generasi muda, generasi  penerus bangsa, jika dilihat dalam skala prioritas, Meposisikan budaya jauh dari posisi  utama. Bahkan nilai-nilai moral budaya indonesia perlahan mulai memudar, akankah yang menjadi jati diri bangsa akan lenyap oleh waktu? Rasa bangga serta hormat terhadap bangsa adalah suatu penyanjungan warganegara terhadap negaranya.  Kepedulian terhadap bangsa ialah satu cerminan kelakuan warga suatu negara yang menggambarkan identitas negara. negara kita indonesia megganut sistem toleransi akan kepercayaan. yang memiliki 1.128 suku bangsa dan 748 bahasa. Sedari kecil dulu kita munggkin sering degar bahwasanya indonesia dipandang baik dalam bersikap, sopan dalam bertutur kata, santun dalam bertindak ' hal itulah yang dikatakan wisatawan asing ketika ditanya prihal indonesia. yang jadi pertanyaan ,apakah anggapan itu benar?  Sedangkan sekarang sering kita jumpai dalam kehidupan sosial. 'budaya sudah dipandang sebelah mata bagi kalangan muda. Di za...