Langsung ke konten utama

IPNU IPNU Kec. Maaduran


IPNU – IPPNU Kec Maduran.
Seberapa kenal sih kita dengan mereka ?
Apa sih IPNU – IPPNU itu ?
Kenapa Harus IPNU – IPPNU ?
Apa sih Manfa’at IPNU – IPPNU ?
Telinga kita mungkin sering mendengar akan pertanyaan di atas, tanpa kita sadari ada banyak sekali pelajar yang  tiada mengenal  IPNU maupun IPPNU, di akui atau tidak ini merupakan bukti nyata akan bobroknya sistim pengkaderan kita, setidaknya itu yang dapat kami simpulkan. Bahkan  sebagian orang menganggap bahwa IPNU – IPPNU itu ehhh, Nggak banget. Padahal mereka sama sekali tak tahu akan yang mereka justifikasikan tersebut. Dan ini lah yang sebenarnya ingin sekali kami rubah..
Dengan memberikan citra yang modern yang kami sisipkan di berbagai kegiatan di IPNU – IPPNU khususnya di kec. Maduran, Dengan membuat program kerja yang menyenangkan, Namun tetep ada manfaat dan dengan menimabang akan madhorot tentunya.
Kegiatan apa saja sih contohnya ?
Kami dari PAC IPNU – IPPNU Maduran Mempunyai banyak sekali program kerja yang berhubungan dengan keterpelajaran, Contohnya Diskusi akan Amaliah NU, Latihan MC, Blogger, footsall, Dan masih banyak lagi.
Salam PAC IPNU – IPPNU Maduran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

K.H. Idham Chalid

Menyebut nama Kiai Idham Chalid, ingatan kita tentu akan melayang pada gonjang-ganjing NU pada tahun 1982-1984, yang melahirkan sekaligus menghadapkan dua kubu tokoh-tokoh nahdliyyin: kubu Cipete dan kubu Situbondo. Konflik internal NU itu juga yang kemudian membuat Idham dianggap kontroversial. Bahkan ia dijuluki “politikus gabus”, karena dianggap  tidak memiliki pendirian. Tak banyak yang mau melihat sisi lain kebijakan-kebijakan Kiai Idham, yang sebenarnya sangat NU dan sangat Sunni. Sebagai politisi besar NU yang lihai, Idham memang memainkan dua lakon berbeda, sebagai politisi dan ulama. Sebagai politisi, ia melakukan gerakan strategis, dan bila perlu kompromistis. Sebagai ulama, ia bersikap fleksibel, tapi tetap tidak terlepas dari jalur Islam dan tradisi yang diembannya. Semua itu ia lakukan sebagai bagian dari upaya kerasnya menjaga stabilitas kalangan bawah nahdliyyin, yang menjadi tanggung jawabnya, agar selamat fisik dan spiritual melewati masa-masa gawat tran...

di sini ada LOGIKA !

bismillah wal alhamdulillah... sejak sering berada di lingkungan organisasi kini ku sering mendengarkan dan berbica ra dengan teman2 mulai dari yg bermanfaat sampai tidak bermanfaat hehe..... tapi menurut ku tetap saja bermanfaat karna yg bernilai adalah kebersamaannya. sempat malam ini aku berfikir tentang logika. apa itu logika ? apakah logika selalu di kedepankan ketika berfikir? apakah anda yakin dg berlogika akan mendapatkan suatu kebenaran? Na...yuk kita belajar dari hadist. masih ingat dengan hadist ini kawan, "as sholatu imaadu ddin faman aqomaha faqod aqoomaddin faman tarookaha faqod hadaamaddin" yang katanya sholat itu sebagai tiang agama. bagimana kita bisa berlogika dengan pernytaan ini ?? maka, dengan mencari asbaabun nuzul dan asbaabul furudnya. kita bisa tau, mari kita hubungkan dengan hadist yg menjelaskan bahwa islam di bangun dengan 5 fondasi. di ataranya ada syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji. maka ketika di hubungkan dengan sholat adalah tiang agama...

penjahat kecil

Judul : penjahat kecil Oleh. : M. Khoirul Anam Dentang alarm kali ini terasa amat memuakkan bagi roi, ia masih belum ingin beranjak dari tidurnya meski jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih seperempat, ini kali ke tiga alarm itu berbunyi dan kali ke tiga pula di diamkan oleh roi, setidaknya ia ingin menutup matanya sebentar lagi, sebelum ia kembali ke jalanan bernyanyi bersama gitarnya demi mendapat rupiah. Liana (adik ROI) sudah berangkat ke sekolah setengah jam lalu, jadi tak ada alasan lagi bagi roi untuk terbangun di jam - jam segini, termasuk untuk sekolah, sudah satu minggu ini roi tak kembali kesekolah, bahkan untuk lewat di depannya pun ia enggan, itu akan sangat mengingatkan ia akan semua kenangan indah bersama teman sekelasnya, terlebih mengingatkannya pada hardi, kakak yang selalu mengingatkannya akan penting nya sekolah, wajibnya pendidikan, dan juga betapa sulitnya kehidupan. saat itu hardi masih berusia 10 tahun bekerja membanting tulang tanpa lelah demi ...